contoh produk hewani dan nabati untuk kosmetik

contoh produk hewani dan nabati 
bahan nabati dan hewani menjadi produk pembersih
bahan nabati dan hewani menjadi produk kosmetik
MENTIMUN
Kecantikan dan kesehatan kulit
LEMON
Merawat kulit
MADU
Kecantikan dan kesehatan kulit
LEMAK SAPI
Untuk pembuatan sabun
BERAS.
bedak dingin
BENGKOANG.
Kecantikan dan kesehatan kulit
DAUN SIRIH.
mengobati jerawat
ALPUKAT.
merawat kulit kering
MINYAK ZAITUN
merawat kulit dan rambut.
LIDAH BUAYA
merawat kulit dan rambut.
MINYAK KELAPA
merawat kesehatan kulit, rambut, ataupun kuku.
BUAH PALA
merawat kesehatan kulit, rambut, ataupun kuku.
SUSU
Kecantikan dan kesehatan kulit
Kedelai
kecantikan
dauh Buah Sirsak
kecantikan
Buah semangka
kecantikan
Bluberry
masker wajah
Daun mint
masker wajah
Ketan hitam
masker wajah
Buah Pepaya
Kecantikan Kulit
Buah Tomat
Kecantikan Kulit
Jeruk Nipis
kecantikan
Jagung Muda
masker wajah
Daun selada
masker wajah
buah delima
kecantikan kulit
Buah Naga
kecantikan kulit
Buah Mengkudu
merawat kulit
Mulberry
merawat kulit
Telur
merawat kulit
bayam
merawat kulit

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan - kali ini admin akan upload beberapa Rangkuman / GLOSARIUM tentang Reproduksi Hewan semoga artikel saya bisa membantu kalian semua

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan

Rangkuman Reproduksi Hewan




kumpulan pengertian terkait penyuluhan pertanian

kumpulan pengertian terkait penyuluhan pertanian

penyuluhan menurut UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K):

(1) Sistem penyuluhan pertanian yang selanjutnya disebut
sistem penyuluhan adalah seluruh rangkaian pengembangan
kemampuan, pengetahuan, keterampilan, sikap pelaku utama
dan pelaku usaha melalui penyuluhan.

(2) Revitalisasi
 penyuluhan pertanian adalah upaya mendudukkan, memerankan, memfungsikan dan menata kembali penyuluhan pertanian agar terwujud satu kesatuan
pengertian, satu kesatuan korps dan satu kesatuan arah serta
kebijakan.

(3) Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi
pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan
mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam
mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan
sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan
produktivitas,efisiensi usaha,pendapatan,dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam
pelestarian fungsi lingkungan hidup (dibidang pertanian,
perikanan, dan kehutanan).

(4) Programa penyuluhan adalah rencana tertulis yang disusun
secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman
sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan.

(5) Materi penyuluhan adalah bahan yang akan disampaikan
oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha
dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi,
rekayasa sosial, manajemen, ekonomi hukum dan kelestarian
lingkungan.

(6) Rencana kerja tahunan penyuluh adalah jadwal kegiatan yang disusun oleh penyuluh berdasarkan programa
penyuluhan setempat yang dilengkapi dengan hal-hal yang
dianggap perlu untuk berinteraksi dengan pelaku utama dan
pelaku usaha.
(7) Penyuluh pertanian baik penyuluh PNS, swasta maupun swadayayang selanjutnya disebut penyuluh adalah perorangan warga negara Indonesia yang melakukan
kegiatan penyuluhan bidang pertanian, perikanan, dan
kehutanan.
(8) Penyuluh pegawai negeri sipil yang selanjutnya disebut
penyuluh PNS, adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas,
tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup
(pertanian, perikanan, dan kehutanan) untuk melakukan
kegiatan penyuluhan perikanan.
(9) Penyuluh swasta adalah penyuluh yang berasal dari dunia
usaha dan/atau lembaga yang mempunyai kompetensi dalam
bidang penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan.

(10) Penyuluh swadaya adalah pelaku utama yang berhasil
 dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan
kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh
pertanian, perikanan, dan kehutanan.

(11)Pelaku utama kegiatan pertanian yang selanjutnya
disebut pelaku utama adalah masyarakat petani, pekebun,
peternak, beserta keluarga intinya.Termasuk juga nelayan,
pembudi daya ikan, pengolah ikan, beserta keluarga intinya.

(12)Pelaku usaha adalah perorangan warga negara Indonesia
 atau korporasi yang dibentuk menurut hukum Indonesia
yang mengelola usaha pertanian, perikanan dan kehutanan.

(13)Petani adalah perorangan warga negara Indonesia
 beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha di
bidang pertanian yang meliputi usaha hulu, usaha tani,
agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang.

(14)Nelayan adalah perorangan warga negara Indonesia atau
 korporasi yang mata mencahariannya atau kegiatan usahanya melakukan penangkapan ikan.

(15) Pembudi daya ikan adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi yang melakukan usaha pembudidayaan ikan.

(16) Pengolah ikan adalah perorangan warga negara Indonesia
 atau korporasi yang melakukan usaha pengolahan ikan.

(17) Pos penyuluhan desa/kelurahan adalah kelembagaan
 penyuluhan pada tingkat desa/kelurahan yang merupakan
unit kerja nonstruktural yang dibentuk dan dikelola secara
partisipatif oleh pelaku utama.

(18)Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya
 disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang
memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,
berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui
dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

(19)Balai penyuluhan adalah kelembagaan penyuluhan yang
 menangani penyuluhan petanian pada tingkat kecamatan.

(20) Pos penyuluhan adalah kelembagaan penyuluhan yang
 menangani penyuluhan pada tingkat desa/kelurahan yang
bersifat nonstruktural.

(21)Kelompoktani (POKTAN) adalah kumpulan
petani/peternak/ pekebun/nelayan yang dibentuk atas
dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan
(sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk
meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.

(22)Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) adalah kumpulan
 beberapa kelompoktani yang tergabung dan bekerjasama
untuk meningkatkan skala ekonomi.


Produk Unggulan dan Pemasaran di Bondowoso

produk unggulan dan pemasaran di bondowoso

Petani di Lombok Kulon Wonosari

produk unggulan dan pemasaran di bondowoso - di bondowoso tidak hanya tape saja yang menjadi produk unggulan bondowoso. salah satu produk unggu dari kota bondowoso jawatimur adalah beras organik yang dibuat oleh  petani di Lombok Kulon Wonosari pada tahun 2013 sudah  ada sekitar 15 hektar lahan padi organik yang ditarget lolos sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik seloliman (lessos).

menurut kepala poktan tani mandiri  lombok kulon bapak mulyono  di desanya ada 25 hektar lahan yang menggunakan pengelolaan secara organik murni. namun mirip diketahui, pada 2013 lalu hanya sekitar 10,3 hektar lahan yang sudah lolos sertifikasi organik dari lessos.

dari 10,3 hektar lahan tersebut, rata-rata tingkat produksi per hektar berkisar lima ton gabah kering. sesampai total sekitar 50 ton gabah yang sudah lolos sertifikasi organik.

sejak lolos sertifikasi organik dari lessos, para petani di lombok kulon sudah mencicipi dampak positifnya. harga padi organik jauh lebih mahal. untuk gabah kering sawah, misalnya, harganya mencapai rp 5500 per kilogram. padahal harga gabah biharapan hanya berkisar rp 4 ribu per kilogram. sementara untuk beras organic harganya mencapai rp 15 ribu perkilogram.

kesimpulannya adalah di setiap daerah tidak harus memiliki 1 produk unggulan semakin banyak produk unggulan dari daerah itu semakin maju pula daerah tersebut  semoga artikel saya berguna + di terima oleh guru PLH saya yang bernama ibu Dian Istiqoma

 

Copyright @ 2013 Bondowoso Community.