Label

Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik

Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik - come back sahabat Hallo sahabat bondowoso community Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik, Pada sharing bondowoso community kali ini yang berjudul Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik, kali ini saya sebagai admin ganteng :v akan membuat artikel semoga artikel ini sangat sangat sangat membantu anda semua yang sedang pusing mencari cari di google jangan lupa sebarkan juga ya supaya teman kalian tau bahwa blog ini sagat berguna :v

materi : Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik
Judul : Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik

lihat juga


Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik

Artikel prakarya dan kewirausahaan, Artikel Tugas Sekolah, Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik

Produk kerajinan dari bahan limbah organik
yang dimaksud adalah limbah organik basah dan
kering. Limbah organik cukup banyak di lingkungan
kita. Banyak orang yang sudah memanfaatkan
limbah organik ini sebagai produk kerajinan. Teknik
pembuatannya pun bervariasi. Temuan-temuan
desain produk kerajinan dari limbah organik selalu
bertambah dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan
semakin banyak orang yang perhatian terhadap
pemanfaatan limbah organik sebagai produk
kerajinan.
Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah
tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Dari
daerah manakah kamu berasal? Masing-masing daerah

memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan
daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya
limbah organik dari masing-masing daerah berbeda.
Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah
organik dilihat dari kondisi wilayahnya, yaitu :



Cari tahu lebih

1.Daerah pesisir pantai/laut
Limbah organik yang banyak tersedia adalah
cangkang kerang laut, sisik ikan, tulang ikan,
tempurung kelapa, sabut kelapa, dan lainnya.




2.Daerah pegunungan
Limbah organik yang banyak dihasilkan di
daerah ini adalah kulit buah-buahan yang bertekstur
keras seperti salak, durian; kulit pete cina, dan
lainnya.



3.Daerah pertanian
Limbah organik yang didapat pada daerah
ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun
singkong, kulit bawang, dan lainnya.



4.Daerah perkotaan
Limbah yang dihasilkan di daerah perkotaan
biasanya kertas, kardus, kulit kacang, kulit telur,
kayu, serbuk gergaji, serutan kayu, dan lainnya.

Proses pengolahan masing-masing bahan limbah
organik secara umum sama. Pengolahan dapat
dilakukan secara manual maupun menggunakan
mesin. Prosesnya yaitu:


a. Pemilahan bahan limbah organik
Sebelum didaur ulang bahan limbah organik
harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan
bahan mana yang masih dapat dipergunakan
dan mana yang sudah seharusnya dibuang.
Pemilahan bahan dapat dilakukan secara manual
dan disesuaikan dengan tujuan penggunaan
bahan yang telah dirancang.
b. Pembersihan limbah organik
Limbah organik yang sudah terseleksi harus
dibersihkan dahulu dari sisa sisa bahan yang telah
dimanfaatkan sebelumnya. Misalnya saja kulit jagung,
maka kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan
rambutnya. Lalu apakah tongkol dan rambutnya juga
akan didaur ulang atau tidak itu tergantung dari
perancangan produk.

c. Pengeringan
Bahan limbah organik yang sifatnya basah
harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar
matahari langsung, agar kadar air dapat hilang dan
bahan limbah dapat diolah dengan sempurna.

d. Pewarnaan
Pewarnaan pada bahan limbah organik yang
sudah kering merupakan selera. Jika dalam desain
diperlukan bahan limbah yang diberi warna maka
bahan limbah perlu diwarnai terlebih dahulu sebelum
diproses sebagai produk kerajinan. Proses pewarnaan
yang umum dilakukan pada bahan limbah organik
basah adalah dengan cara dicelup atau direbus
bersama zat warna tekstil agar menyerap. Sedangkan
bahan limbah organik kering dapat diwarnai dengan
cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan
cat akrilik atau cat minyak.

e. Pengeringan setelah pewarnaan
Setelah diberi warna, bahan limbah organik
harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari
langsung agar warna pada bahan baku dapat kering
sempurna tidak mudah luntur.


f.Finishing sebagai proses akhir agar siap pakai
Bahan limbah organik yang sudah kering dapat
difinishing agar mudah diproses menjadi karya.
Proses finishing juga berbagai macam caranya,
seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak
kusut, dapat pula digerinda, atau diamplas.

contoh produk : 
contoh dan cara membuat Produk Kerajinan dari limbah kulit jagung 


contoh dan cara membuat Produk Kerajinan dari Limbah Kertas



contoh dan cara membuat Produk Kerajinan dari Limbah Jerami
contoh dan cara membuat Produk Kerajinan dari Limbah Sisik Ikan


contoh dan cara membuat Produk Kerajinan dari Limbah Cangkang Kerang

contoh dan cara membuat Produk Kerajinan dari Limbah Tempurung Kelapa



Demikianlah Artikel Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik

Sekian materi Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan kali ini semoga kalian bisa kembali lagi ke sini dan mengajak teman kalian menuju ke sini supaya saya lebih semangat lagi untuk update artikel maka sebarkan link blog ini dan jangan lupa untuk komentar bisa melalui facebook juga lho komentarnya .

Anda sedang membaca artikel Contoh dan Cara Membuat Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Organik dan artikel ini url permalinknya adalah http://bondowoso-jawa.blogspot.com/2014/09/contoh-dan-cara-membuat-produk-kerajinan-dari-bahan-limbah-organik.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.