Label

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak - come back sahabat Hallo sahabat bondowoso community Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak, Pada sharing bondowoso community kali ini yang berjudul Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak, kali ini saya sebagai admin ganteng :v akan membuat artikel semoga artikel ini sangat sangat sangat membantu anda semua yang sedang pusing mencari cari di google jangan lupa sebarkan juga ya supaya teman kalian tau bahwa blog ini sagat berguna :v

materi : Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Judul : Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

lihat juga


Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Artikel prakarya dan kewirausahaan, Artikel Tugas Sekolah, Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan
lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan.
Adapun   teknik   yang   dapat   digunakan   untuk   membuat   karya
kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam,
menenun, dan mengukir.
a.  Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya
kerajinan   dari   tanah   liat.   Macam-macam   teknik   membentuk
antara lain seperti berikut.
1)    Teknik Coil (Lilit Pilin)
Cara  pembentukan  dengan  tangan  langsung  seperti  coil,
lempengan  atau  pijat  jari  merupakan  teknik  pembentukan
tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang
diinginkan.   Bentuknya   tidak   selalu   simetris.   Teknik   ini
sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
2)    Teknik Putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan
banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi.
Cara  pembentukan  dengan  teknik  putar  ini  sering  dipakai
oleh   para   perajin   keramik.   Perajin   keramik   tradisional
biasanya  menggunakan  alat  putar  tangan  (hand  wheel)
atau  alat  putar  kaki  (kick  wheel).  Para  perajin  bekerja  di
atas   alat   putar   dan   menghasilkan   bentuk-bentuk   yang
sama seperti gentong dan guci.
3)    Teknik Cetak
Ada  dua  teknik  pembentukan  karya  kerajinan  dari  bahan
lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang.
Teknik  sekali  cetak  ialah  teknik  cetak  yang  menghasilkan
sekali  cetakan  dan  tidak  dapat  diperbanyak.  Teknik  cetak
berulang   (bi   valve),   ialah   teknik   mencetak   yang   dapat
memproduksi  karya  dengan  jumlah  yang  banyak  dengan
bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa
dipakai   adalah   gips,   seperti   untuk   cetakan   berongga,
cetakan   padat,   cetakan   jigger   maupun   cetakan   untuk
dekorasi  tempel.  Cara  ini  digunakan  pada  pabrik-pabrik
keramik  dengan  produksi  massal,  seperti  alat  alat  rumah
tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
b. Menganyam
Teknik  menganyam  dapat  digunakan  untuk  pembuatan  karya
kerajinan    dari    bahan    lunak    dengan    karakteristik    tertentu.
Bahan  baku  yang  digunakan  untuk  membuat  karya  kerajinan
dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan
yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun
pandan,  serat  pohon,  pohon  pisang,  enceng  gondok.  Contoh
karya  kerajinan  dengan  teknik  menganyam:  keranjang,  tikar,
topi, dan tas.
c.  Menenun
Teknik  menenun  pada  dasarnya  hampir  sama  dengan  teknik
menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan.
Untuk   anyaman,   kita   cukup   melakukannya   dengan   tangan
(manual)    dan    hampir    tanpa    menggunakan    alat    bantu,
sedangkan  pada  kerajinan  menenun  kita  menggunakan  alat
yang  disebut  lungsin  dan  pakan.  Pada  beberapa  daerah  di
wilayah  Nusantara  terdapat  kesamaan  teknik  namun  berbeda
dalam  ragam  hiasnya.  Hal  inilah  yang  menjadi  ciri  khas dari
suatu   daerah   dengan   daerah   lain.   Misalnya   kain   ulos  dari
Batak,  Kain  tapis  dari  Lampung,  kain  torso  dari  Jepara, dan
kain  songket  yang  dibuat  di  Sumatra,  Bali,  Kalimantan dan
Sumbawa.
d. Membordir
Ketika  memakai  pakaian,  hal  yang  perlu  diperhatikan  selain
mempertimbangkan  aspek  kegunaan  dan  kenyamanan,  perlu
juga   diperhatikan   aspek   keindahannnya.   Salah   satu   yang
dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya
adalah   hiasannya.   Di   samping   batik,   penerapan   motif   atau
ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir.
Bordir  merupakan  hiasan  dari  benang  pada  kain.  Istilah  lain
yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.
e.  Mengukir
Teknik  mengukir  adalah  kegiatan  menggores,  memahat,  dan
menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari
jenisnya,  ada  beberapa  jenis  ukiran  antara  lain  ukiran  tembus
(krawangan),  ukiran  rendah,  ukiran  tinggi  (timbul),  dan  ukiran
utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan
kayu.  Namun,   teknik   ini   dapat   pula   diterapkan   pada   bahan
lunak seperti sabun padat dan lilin.


Demikianlah Artikel Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Sekian materi Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan kali ini semoga kalian bisa kembali lagi ke sini dan mengajak teman kalian menuju ke sini supaya saya lebih semangat lagi untuk update artikel maka sebarkan link blog ini dan jangan lupa untuk komentar bisa melalui facebook juga lho komentarnya .

Anda sedang membaca artikel Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak dan artikel ini url permalinknya adalah http://bondowoso-jawa.blogspot.com/2014/09/teknik-pembuatan-produk-kerajinan-dari-bahan-lunak.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.